MA SUNAN PRAWOTO, 25 Februari 2026. Suasana khidmat menyelimuti koridor Madrasah Aliyah Sunan Prawoto pagi ini. Meski sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan, seluruh siswa kelas X, XI, dan XII tetap menunjukkan semangat juang yang tinggi dalam menempuh ATS (Asesmen Tengah Semester). Ada yang menarik dalam pelaksanaan ujian tahun ini: harmoni antara pemanfaatan teknologi canggih dan komitmen pelestarian lingkungan.
Wujud Nyata Program Adiwiyata bagi siswa kelas X dan XI, pelaksanaan Asesmen Sumatif kali ini terasa berbeda. Tidak ada tumpukan kertas soal atau lembar jawab yang memenuhi meja. Sebagai bagian dari implementasi Program Adiwiyata, sekolah menerapkan ujian berbasis smartphone. Dengan memanfaatkan media handphone masing-masing, siswa dapat mengakses soal secara digital. Langkah ini secara signifikan berhasil memangkas penggunaan kertas (pulp) dalam jumlah besar.
“Kami ingin membuktikan bahwa sekolah Adiwiyata bukan hanya soal menanam pohon, tapi juga tentang efisiensi sumber daya. Penggunaan handphone untuk ujian adalah langkah konkret kami mengurangi limbah kertas,” ujar Kepala Madrasah Aliyah Sunan Prawoto.

Di sisi lain, siswa kelas XII melaksanakan Asesmen Akhir dengan standar yang lebih formal menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Penggunaan CAT ini bertujuan untuk membiasakan siswa dengan atmosfer seleksi masuk perguruan tinggi maupun kedinasan.
Sistem ini menjamin transparansi dan kecepatan hasil, di mana nilai dapat terdata secara real-time segera setelah ujian usai. Keakuratan dan integritas menjadi kunci utama dalam pelaksanaan asesmen bagi para calon lulusan ini. Menariknya, meskipun ujian dilaksanakan bertepatan dengan bulan suci Ramadan, antusiasme siswa tidak surut. Kondisi fisik yang sedang berpuasa justru tampak memperkuat fokus mereka. Ruang-ruang ujian terasa tenang dan kondusif, menunjukkan kedewasaan siswa dalam mengelola waktu dan energi.
Transisi menuju asesmen digital ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan sebuah langkah strategis sekolah dalam menyiapkan generasi yang cakap teknologi (tech-savvy) sekaligus peduli terhadap keberlanjutan bumi.